Pages

BOLEH DICOPY, DILARANG PASTE.... Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

PUPUK NPK SUPER

Tampilkan postingan dengan label sawit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sawit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2016

HARGA TBS 30 N0VEMBER - 06 DESEMBER 2016




Saat ini adalah masa-masanya petani sawit menikmati hasil panen buah sawitnya. Karena dengan harga yang mendekati angka 2000-an untuk sawit plasma, dan sekitar 1550-1600-an untuk petani swadaya, para petani akan memperoleh hasil yang lumayan besar. Selain harga yang sedang bagus, sekarang ini adalah masa dimana pohon sawit sedang menghasilkan banyak buah, atau istilahnya sedang banjir buah. Tentunya dengan adanya dua hal tersebut, yaitu harga yang bagus dan sedang banjir buah petani akan memperoleh hasil yang cukup banyak.


Musin banjir buah ini kemungkinan akan terus dinikmati petani sawit hingga bulan februari 2017. Setelah itu tiba masanya bagi pohon sawit untuk membentuk bunga yang akan menjadi buah sawit kelak. Masa-masa pembentukan bunga ini akan menyebabkan menurunnya buah matang yang bisa dipanen. Saat itulah biasanya akan disebut dengan masa trek, atau jarang buah sawit. Nah, dimasa seperti ini petani sawit harus sedikit mengencangkan ikat pinggangnya, terutama bagi petani yang memiliki kebun sawit yang tidak luas.


Masa-masa banjir buah ini harus dimanfaatkan sebaik-baik bagi petani sawit. Sebisa mugkin harus menghindari gaya hidup konsumtif dan harus mengutamakan memperbanyak tabungannya. Biar kelak bisa memarkir honda brio di teras rumah cash tanpa kredit, heheheheee.... dan bagi petani yang sudah terlanjur hutang duit di bank, semoga dengan banjir buah ini bisa membuat nafas sedikit lega. Semoga diberi rizki yang cukup untuk melunasi semua hutang dan mencukupi semua kebutuhannya. Amiin.


Dan inilah harga TBS plasma untuk periode 30 november-06 desember 2016.

1.      Umur 24 tahun                        = Rp. 1915,91

2.      Umur ≥ 25 tahun                     = Rp. 1837,94


Sawit swadaya untuk harga toke berkisar Rp. 1500-1650. Tergantung wilayah dan tentu saja tergantung sang toke juga....


And thanks so much to uncle J. Sitorus for the updating the TBS price.

Kamis, 24 November 2016

MENGHITUNG ULANG KOMPONEN HARGA TBS




Sebagai orang yang berkecimpung didunia per-sawit-an, walaupun hanya sebagai petani, muncul rasa penasaran dalam hati saya bagaimana harga TBS yang selama ini kita jual itu terjadi. Rasa penasaran itu muncul dikarenakan beberapa sebab. Yang pertama sering saya melihat mobil-mobil fuso, yang berukuran sangat gede memuat cangkang sawit. Kalau sudah mobil sebesar ini yang memuat pasti ini ada pembeli yang besar juga. Ini artinya cangkang sawit bukan lagi sebagai limbah yang tidak dipakai. Dan ternyata cangkang sawit ini memang dipakai oleh perusahaan-perusahaan sebagai bahan bakar pengganti batu bara. Penggunaan cangkang sawit sebagai pengganti batu bara ini mempunyai banyak kelebihannya. Baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan.

 
Cangkang Sawit

Yang kedua, sekarang ini sangat sulit mencari limbah solid disekitar pabrik pengolahan kelapa sawit. Menurut informasi yang saya dapat, limbah solid sekarang sudah dijual untuk  pakan ternak, untuk pupuk, maupun dipakai sendiri oleh pabrik sebagai biogas, pengganti bahan bakar.


Yang ketiga, sebagaian pabrik pengolah kelapa sawit sekarang ini juga mulai menggunakan tandan kosong yang telah dikompres sedemikian rupa untuk bahan bakar, dan sekali lagi penggunaan tandan kosong ini bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak.


Dari beberapa alasan diatas, menurut saya Direktorat Jendral Perkebunan (ditjenbun) harus menyusun ulang komponen pembelian harga TBS. Selama ini komponen penyusun harga TBS terlalu berpatokan kepada harga CPO dan Kernel, dimana kedua entitas itu terlalu dipengaruhi oleh gejolak  pasar dunia.

Komponen pembelian TBS yang dimasih dipakai saat ini adalah permentan nomor 395 Tahun 2005. Walaupun diperbaiki dengan peraturan yang lain tapi isinya tetap sama. Hanya nomor dan tahunnya saja yang berubah. Bayangkan, sudah lebih dari 15 tahun tidak ada revisi. Rumus pembelian TBS menurut permentan diatas adalah:


H TBS = K (Hms x Rms + His x Ris)


            H TBS = Harga TBS yang diterima pekebun ditingkat pabrik, dinyatakan dalam rupiah.

            K         = Indeks Proporsi, dinyatakan dalam persen %

            Hms     = Realisasi penjualan CPO

            Rms     = Rendemen CPO

            His       = Realisasi penjualan inti sawit

            Ris       = Rendemen inti sawit.


Menurut rumus diatas, Hms dan His adalah rata-rata penjualan CPO dan kernel periode sebelumnya.


Coba kita buat perbandingan yang sederhana. Harga TBS yang kita terima hanya berdasarkan harga CPO dan kernel, sedangkan perusahaan pengolah sawit bisa menjual sesuatu yang lebih dari itu. Harga pasaran cangkang sawit saat ini adalah Rp. 800/kg. Menurut saya ini bisa dimasukkan kedalam komponen penambah harga TBS.


Limbah lain yang sepatutnya bisa dimasukkan kedalam komponen pembelian TBS adalah PKE, Palm Kernel Expeller. Yaitu limbah dari inti sawit yang diperas untuk diambil minyaknya. PKE ini bisa diolah untuk dijadikan campuran pakan ternak. Harga PKE saat ini berkisar Rp. 00,000/ton. Untuk solid dan limbah lain yang bisa diambil manfaatnya, saya tidak memperoleh data bakunya. Untuk harga cangkang bisa di browsing diinternet karena sudah ada perusahaan yang secara khusus menjual cangkang sawit ini.


Pemerintah seharusnya tidak hanya peduli ke perusahaan-perusahaan pengolah sawit saja, tapi juga harus mempedulikan kesejahteraan petani sawit. Jika indeks K bisa dirundingkan kembali, bukan dengan pihak pengusaha saja, tapi juga dengan perwakilan petani sawit, pasti ini terasa akan lebih adil bagi petani.


Ikuti terus perkembangan seputar sawit di blog kesayangan kita ini.





PUPUK NPK SUPER

PUPUK NPK SUPER
CARA LAIN DALAM MEMUPUK SAWIT