Pages

BOLEH DICOPY, DILARANG PASTE.... Diberdayakan oleh Blogger.

PUPUK NPK SUPER

Senin, 21 Desember 2015

YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN HARGA TBS


Desemmber 2015

Sebagai petani sawit tentu akan merasa senang jika harga TBS selalu tinggi. Jika harga-harga barang kebutuhan pangan seperti saat ini, harga minimal TBS bagi petani swadaya adalah Rp. 1200. Tapi pada kenyataannya harga TBS petani seperti bom waktu yang siap meledak setiap saat. Disaat harga TBS tinggi, kebanyakan petani terlena dengan limpahan duit yang diterima, sehingga disaat menerima hasil yang agak lebih mereka lebih memilih membeli barang yang bersifat konsumtif ketimbang menambah tabungannya. Namun disaat harga TBS terjun bebas seperti batu yang jatuh kedalam air, banyak dari petani kita jatuh terkapar tak berdaya tidak punya antisipasi sedikitpun. Sepertinya petani kita juga harus faham kenapa harga sawit kok bisa seperti ayunan naik turun seperti ini, sehingga nantinya mereka bisa mengelola keuangan ketika harga TBS naik, guna mengantisipasi ketika harga turun.

Untuk itu kita harus tahu faktor-faktor mengapa harga TBS bisa berubah-ubah.
Penentuan harga sawit (TBS), menurut peraturan menteri pertanian tahun 2005 penentuan harga TBS adalah sebagai berikut:

H TBS = K (Hms x Rms + His x Ris).

Dengan pengertian :
H TBS             : Harga TBS yang diterima oleh pekebun ditingkat pabrik, dinyatakan dalam Rp/Kg;
K                     : Indeks proporsi yang menunjukan bagian yang diterima oleh pekebun, dinyatakan dalam persentase (%);
Hms                : Harga rata-rata minyak sawit kasar (CPO) tertimbang realisasi penjualan ekspor
                          (FOB) dan lokal masing-masing perusahaan pada periode sebelumnya, dinyatakan dalam Rp/Kg;
Rms                 : Rendemen minyak sawit kasar (CPO), dinyatakan dalam persentase (%);
His                  : Harga rata-rata inti sawit (PK) tertimbang realisasi penjualan ekspor (FOB) dan lokal masing-masing perusahaan pada periode sebelumnya, dinyatakan dalam Rp/Kg;
Ris                   : Rendemen inti sawit (PK), dinyatakan dalam persentase (%).


Untuk memahi pengertian-pengertian diatas silahkan cari di google, karena sudah banyak dibahas.
Jika kita perhatikan sebentar dari rumus diatas, harga TBS petani di tentukan oleh dua komponen, yaitu harga CPO dan kernel. Dan untuk di ketahui, harga kedua komponen tersebut ditentukan oleh pasar dunia, bukan atas keinginan pemerintah sendiri.

Itu baru rumus harga dipabrik. Jika kita menjual TBS sendiri ke pabrik mungkin rumus yang kita dapat seperti diatas. Lain halnya jika kita menjual TBS kita melalui toke. Pasti harga yang kita peroleh lebih rendah, hal ini tentu setelah dikurangi biaya operasional yang dikeluarkan oleh toke untuk membawa TBS kita ke pabrik dan selisih keuntungan yang akan diambil toke tersebut.

Selain itu, harga TBS juga dipengaruhi oleh hasil rendemen yang diperoleh dari TBS yang diolah oleh pabrik. Semakin bagus kualitas TBS yang diterima oleh pabrik, maka semakin bagus rendemen yang diperoleh pabrik pengolah TBS kita, hal ini tentu bisa mempengaruhi harga TBS yang akan diterima oleh petani. Jadi secara tidak langsung petani juga ikut menentukan harga TBS yang ditetapkan oleh pabrik penerima TBS tersebut. Hal ini juga menjadi pembeda mengapa harga TBS berbeda-beda untuk setiap pabriknya.

Jadi para petani sawit Indosesia yang hebat, mari kita perbaiki mutu TBS yang kita kirim ke pabrik.



(biar pabriknya seneng….. hehehehehe…)

gambar diambil dari: infosawit.blogspot.com

0 komentar

Posting Komentar

PUPUK NPK SUPER

PUPUK NPK SUPER
CARA LAIN DALAM MEMUPUK SAWIT