Sebagai orang yang berkecimpung didunia per-sawit-an, walaupun hanya sebagai petani, muncul rasa penasaran dalam hati saya bagaimana harga TBS yang selama ini kita jual itu terjadi. Rasa penasaran itu muncul dikarenakan beberapa sebab. Yang pertama sering saya melihat mobil-mobil fuso, yang berukuran sangat gede memuat cangkang sawit. Kalau sudah mobil sebesar ini yang memuat pasti ini ada pembeli yang besar juga. Ini artinya cangkang sawit bukan lagi sebagai limbah yang tidak dipakai. Dan ternyata cangkang sawit ini memang dipakai oleh perusahaan-perusahaan sebagai bahan bakar pengganti batu bara. Penggunaan cangkang sawit sebagai pengganti batu bara ini mempunyai banyak kelebihannya. Baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan.
![]() |
| Cangkang Sawit |
Yang kedua, sekarang ini sangat sulit mencari limbah solid disekitar pabrik pengolahan kelapa sawit. Menurut informasi yang saya dapat, limbah solid sekarang sudah dijual untuk pakan ternak, untuk pupuk, maupun dipakai sendiri oleh pabrik sebagai biogas, pengganti bahan bakar.
Yang ketiga, sebagaian pabrik pengolah kelapa sawit sekarang ini juga mulai menggunakan tandan kosong yang telah dikompres sedemikian rupa untuk bahan bakar, dan sekali lagi penggunaan tandan kosong ini bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak.
Dari beberapa alasan diatas, menurut saya Direktorat Jendral Perkebunan (ditjenbun) harus menyusun ulang komponen pembelian harga TBS. Selama ini komponen penyusun harga TBS terlalu berpatokan kepada harga CPO dan Kernel, dimana kedua entitas itu terlalu dipengaruhi oleh gejolak pasar dunia.
Komponen pembelian TBS yang dimasih dipakai saat ini adalah permentan nomor 395 Tahun 2005. Walaupun diperbaiki dengan peraturan yang lain tapi isinya tetap sama. Hanya nomor dan tahunnya saja yang berubah. Bayangkan, sudah lebih dari 15 tahun tidak ada revisi. Rumus pembelian TBS menurut permentan diatas adalah:
H TBS = K (Hms x Rms + His x Ris)
H TBS = Harga TBS yang diterima pekebun ditingkat pabrik, dinyatakan dalam rupiah.
K = Indeks Proporsi, dinyatakan dalam persen %
Hms = Realisasi penjualan CPO
Rms = Rendemen CPO
His = Realisasi penjualan inti sawit
Ris = Rendemen inti sawit.
Menurut rumus diatas, Hms dan His adalah rata-rata penjualan CPO dan kernel periode sebelumnya.
Coba kita buat perbandingan yang sederhana. Harga TBS yang kita terima hanya berdasarkan harga CPO dan kernel, sedangkan perusahaan pengolah sawit bisa menjual sesuatu yang lebih dari itu. Harga pasaran cangkang sawit saat ini adalah Rp. 800/kg. Menurut saya ini bisa dimasukkan kedalam komponen penambah harga TBS.
Limbah lain yang sepatutnya bisa dimasukkan kedalam komponen pembelian TBS adalah PKE, Palm Kernel Expeller. Yaitu limbah dari inti sawit yang diperas untuk diambil minyaknya. PKE ini bisa diolah untuk dijadikan campuran pakan ternak. Harga PKE saat ini berkisar Rp. 00,000/ton. Untuk solid dan limbah lain yang bisa diambil manfaatnya, saya tidak memperoleh data bakunya. Untuk harga cangkang bisa di browsing diinternet karena sudah ada perusahaan yang secara khusus menjual cangkang sawit ini.
Pemerintah seharusnya tidak hanya peduli ke perusahaan-perusahaan pengolah sawit saja, tapi juga harus mempedulikan kesejahteraan petani sawit. Jika indeks K bisa dirundingkan kembali, bukan dengan pihak pengusaha saja, tapi juga dengan perwakilan petani sawit, pasti ini terasa akan lebih adil bagi petani.
Ikuti terus perkembangan seputar sawit di blog kesayangan kita ini.

2 komentar
Harga TBS mamuju sulbar edisi 1 pebruari 2019 hanyak 1009.11 umur 10-20 thn
Sangat mengecewakan di banding kalimantan dan sumatera mn pengawas harga sawit. .kasian petani di peralat perusahaan dan dinas tertentu.
888 Casino Resort Atlantic City NJ Jobs | JT Hub
888 김천 출장샵 Casino Resort Atlantic City NJ 과천 출장마사지 jobs 진주 출장안마 available. Search for 888 원주 출장안마 Casino Resort jobs today. Browse 888 Casino Resort salaries, 1xbet 먹튀 benefits,
Posting Komentar