Sebagai petani
sawit tentu kita senang kalau harga TBS kita selalu tinggi. Harga TBS yang
tinggi dan stabil membuat hidup kita nyaman, tenang, bisa makan enak, dan juga
bisa tidur nyenyak. Harga TBS yang selalu naik adalah harapan kita bersama,
karena penghasilan dari TBS ini merupakan sandaran perekonomian kita.
Apa saja
kampanye hitam yang mereka lakukan?
Banyak alasan
mengapa orang-orang melakukan kampanye hitam terhadap produk CPO. Alasan yang
sering mereka ungkapkan adalah kerusakan hutan atau lingkungan akibat dari
pembukaan lahan perkebunan. Mereka beranggapan bahwa karena pembukaan lahan
perkebunan sawit menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah sehingga
menyebabkan suhu bumi meningkat. Hal ini diperparah lagi dengan perilaku sebagian
perusahaan dan masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dalam membuka lahan
mereka. Jadi mereka para pecinta lingkungan, para LSM-LSM tidak bertanggung
jawab dan tanpa dasar, memukul rata bahwa semua perkebunan kelapa sawit adalah
sumber masalah dari kerusakan lingkungan. Memang mereka-mereka ini tidak sepenuhnya
salah, dan keberadaan mereka ini juga kita perlukan untuk mengontrol sebagian
dari perusahaan-perusahaan perusak hutan dan lingkungan Indonesia.
pembakaran hutan sebagai isu negatif kebun sawit
Alasan kedua yaitu
persaingan bisnis. Sudah pernah saya bahas di Harga Tbs2016 Semoga Tidak Rontok Seperti Tahun 2015, bahwa produk CPO kita ini
mempunyai banyak saingan dipasaran minyak nabati dunia. Sehingga sebagian
mereka mungkin memanfaatkan isu-isu lingkungan yang ditimbulkan oleh pembukaan
lahan sawit untuk menjatuhkan imej CPO dipasar dunia. Sehingga masyarakat dunia
beranggapan bahwa mereka tidak layak
untuk memanfaatkan minyak nabati yang bersumber dari sawit dan memillih sumber
minyak nabati dari tanaman lain.
Negara-negara
yang gencar melakukan kampanye hitam terhadap tanaman sawit kita yaitu terutama
negara-negara uni eropa. Ada sebagian dari negara-negara ini saking tidak
senangnya mereka dengan CPO sehingga mereka mengeluarkan EU Labelling Regulation 1169/2011 yang
mana mempersyaratkan pencantuman sumber minyak nabati secara spesifik untuk
seluruh produk makanan yang beredar di UE (kemenperin.go.id), dan jelas yang
mereka cantumkan di bahan makanan mereka adalah minyak nabati yang bukan
bersumber dari CPO. Bahkan ada yang dengan jelas metulis dengan kalimat “made
with non palm oil”. Jelas ini merupakan perang terbuka dengan CPO kita.
Lalu apa yang
bisa kita lakukan?
Mungkin kita
beranggapan bahwa untuk menangkal serangan kampanye hitam CPO ini adalah tugas
pemerintah. Itu memang benar, dan pemerintah kita melalui kementerian
perdagangan tidak tinggal diam menghadapi kampanye hitam ini. Salah satu cara
yang dilakukan pemerintah adalah dengan mempertanyakan langsung kepada
negara-negara yang menerbitkan aturan larangan minyak nabati yang bersumber
dari CPO dalam bahan-bahan produk mereka. Dan Alhamdulillah aturan pelarangan
itu bukan aturan resmi negara, itu hanya aturan swasta saja. Hhmmmm… makin
jelas tujuan mereka melakukan black campaign, murni saingan bisnis. Jadi mereka
beralasan bahwa sawit merusak lingkungan hanya kedok semata.
bencana asap sebagai dampak pembakaran lahan
Namun demikian, kita
sebagai pelaku utama dalam lingkaran CPO ini juga harus berperan aktif dalam
mencegah kampanye hitam ini. Caranya yaitu dengan mencegah kerusakan
lingkungan. Terutama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dan saya yakin, para
pelaku perkebunan swadaya, bapak dan emak kita yang membuka ladang tidak akan
sempat membaca artikel ini. Oleh karena itu kita sebagai orang yang melek
teknologi harus ikut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang
pentingnya cara-cara membuka kebun tanpa harus membakar lahan. Mari kita
sukseskan target pemerintah untuk 40 juta ton CPO ditahun 2020 tanpa harus merusak lingkungan.


0 komentar
Posting Komentar