Pages

BOLEH DICOPY, DILARANG PASTE.... Diberdayakan oleh Blogger.

PUPUK NPK SUPER

Rabu, 30 Desember 2015

CPO IN BLACK CAMPAIGN


Sebagai petani sawit tentu kita senang kalau harga TBS kita selalu tinggi. Harga TBS yang tinggi dan stabil membuat hidup kita nyaman, tenang, bisa makan enak, dan juga bisa tidur nyenyak. Harga TBS yang selalu naik adalah harapan kita bersama, karena penghasilan dari TBS ini merupakan sandaran perekonomian kita.

Tapi tahukah anda, bahwa tidak semua orang senang dengan keberadaan sawit kita. Tidak semua orang senang kita menanam pohon sawit, baik sedikit maupun sampai ribuan hektar. Apakah mereka ini orang jahat? Tidak juga, mereka tidak jahat, hanya saja memiliki cara pandang yang berbeda. Karena memiliki cara pandang yang berbeda tentang sawit, mereka terkadang melakukan berbagai cara agar citra CPO/sawit jelek dipasar internasional. Mereka akan melakukan berbagai cara agar masyarakat dunia tidak menggunakan CPO sebagai bahan baku industri mereka.

Apa saja kampanye hitam yang mereka lakukan?
Banyak alasan mengapa orang-orang melakukan kampanye hitam terhadap produk CPO. Alasan yang sering mereka ungkapkan adalah kerusakan hutan atau lingkungan akibat dari pembukaan lahan perkebunan. Mereka beranggapan bahwa karena pembukaan lahan perkebunan sawit menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah sehingga menyebabkan suhu bumi meningkat. Hal ini diperparah lagi dengan perilaku sebagian perusahaan dan masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dalam membuka lahan mereka. Jadi mereka para pecinta lingkungan, para LSM-LSM tidak bertanggung jawab dan tanpa dasar, memukul rata bahwa semua perkebunan kelapa sawit adalah sumber masalah dari kerusakan lingkungan. Memang mereka-mereka ini tidak sepenuhnya salah, dan keberadaan mereka ini juga kita perlukan untuk mengontrol sebagian dari perusahaan-perusahaan perusak hutan dan lingkungan Indonesia.
 








pembakaran hutan sebagai isu negatif kebun sawit

Alasan kedua yaitu persaingan bisnis. Sudah pernah saya bahas di Harga Tbs2016 Semoga Tidak Rontok Seperti Tahun 2015, bahwa produk CPO kita ini mempunyai banyak saingan dipasaran minyak nabati dunia. Sehingga sebagian mereka mungkin memanfaatkan isu-isu lingkungan yang ditimbulkan oleh pembukaan lahan sawit untuk menjatuhkan imej CPO dipasar dunia. Sehingga masyarakat dunia beranggapan bahwa mereka  tidak layak untuk memanfaatkan minyak nabati yang bersumber dari sawit dan memillih sumber minyak nabati dari tanaman lain.

Negara-negara yang gencar melakukan kampanye hitam terhadap tanaman sawit kita yaitu terutama negara-negara uni eropa. Ada sebagian dari negara-negara ini saking tidak senangnya mereka dengan CPO sehingga mereka mengeluarkan EU Labelling Regulation 1169/2011 yang mana mempersyaratkan pencantuman sumber minyak nabati secara spesifik untuk seluruh produk makanan yang beredar di UE (kemenperin.go.id), dan jelas yang mereka cantumkan di bahan makanan mereka adalah minyak nabati yang bukan bersumber dari CPO. Bahkan ada yang dengan jelas metulis dengan kalimat “made with non palm oil”. Jelas ini merupakan perang terbuka dengan CPO kita.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Mungkin kita beranggapan bahwa untuk menangkal serangan kampanye hitam CPO ini adalah tugas pemerintah. Itu memang benar, dan pemerintah kita melalui kementerian perdagangan tidak tinggal diam menghadapi kampanye hitam ini. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan mempertanyakan langsung kepada negara-negara yang menerbitkan aturan larangan minyak nabati yang bersumber dari CPO dalam bahan-bahan produk mereka. Dan Alhamdulillah aturan pelarangan itu bukan aturan resmi negara, itu hanya aturan swasta saja. Hhmmmm… makin jelas tujuan mereka melakukan black campaign, murni saingan bisnis. Jadi mereka beralasan bahwa sawit merusak lingkungan hanya kedok semata.


                                                bencana asap sebagai dampak pembakaran lahan

Namun demikian, kita sebagai pelaku utama dalam lingkaran CPO ini juga harus berperan aktif dalam mencegah kampanye hitam ini. Caranya yaitu dengan mencegah kerusakan lingkungan. Terutama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dan saya yakin, para pelaku perkebunan swadaya, bapak dan emak kita yang membuka ladang tidak akan sempat membaca artikel ini. Oleh karena itu kita sebagai orang yang melek teknologi harus ikut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya cara-cara membuka kebun tanpa harus membakar lahan. Mari kita sukseskan target pemerintah untuk 40 juta ton CPO ditahun 2020 tanpa harus merusak lingkungan.

0 komentar

Posting Komentar

PUPUK NPK SUPER

PUPUK NPK SUPER
CARA LAIN DALAM MEMUPUK SAWIT