Dikarenakan adanya fenomena
badai elnino yang menyebabkan musim kemarau yang panjang dibeberapa wilayah
Indonesi maka ditahun 2016 diperkirakan produksi CPO akan menurun. Penurunan produksi
CPO ini disebabkan oleh menurunnya kwantitas dari janjang buah sawit yang
dihasilkan. Penurunan kwantitas janjang buah sawit ini dikarenakan sewaktu
pohon sawit akan memproduksi buahnya terkendala oleh pasokan air yang kurang.
Berkurangnya jumlah
janjang yang dihasilkan oleh pohon sawit kita tentu akan berimbas kepada berkurangnya tonase yang kita peroleh. Dampaknya tentu akan berkurang juga pendapatan para petani. Dan sekali para petani sawit Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi hal ini.
janjang yang dihasilkan oleh pohon sawit kita tentu akan berimbas kepada berkurangnya tonase yang kita peroleh. Dampaknya tentu akan berkurang juga pendapatan para petani. Dan sekali para petani sawit Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi hal ini.
Namun jika dilihat dari hukum
ekonomi, jika persediaan berkurang tapi permintaan tetap atau tinggi maka harga
dari barang tersebut akan naik. Berkurangnya produksi TBS pasti akan berdampak
kepada berkurangnya produksi CPO Indonesia. Nah jika permintaan CPO tetap
tinggi tapi persediaan berkurang pasti harga CPO tersebut akan naik. Naiknya harga
CPO tentu akan berimbas kepada naiknya harga TBS petani. Semoga saja. Hehehehe…
Jika produksi TBS kita
berkurang, maka naiknya harga TBS tersebut satu-satu yang kita harapkan. Kalau tidak
naik harga TBS maka petani sawit akan semakin sengsara. Sudahlah tonase turun
harganya tetap murah pula.
Proyeksi harga CPO ditahun
2016 berkisar diantara USD 580-600 per ton. Lebih tinggi sedikit dari pada
realisasi harga CPO pada tahun 2015 yaitu sebesar USD 584 per ton, namun masih
jauh dari harga ditahun 2014 yaitu sebesar USD 821 per ton. Dimana pada tahun
2014 petani sawit menikmati hasil penjualan TBS yang melimpah. Namun sayang
anggapan para petani sawit kita salah, yaitu beranggapan harga TBS selalu
tinggi sehingga mereka tidak menyisihkan kelebihan penghasilan tersebut. Akibatnya
ditahun 2015 banyak petani sawit kita kelimpungan.
Ditahun 2016 ini meskipun
harga TBS ada kecendurangan naik, para petani harus tetap waspada dikarenakan
adanya penurunan hasil panen. Tapi jika penurunan hasil tonase buah sawit kita
masih dalam batas kewajaran, kita masih tenang dan mari tetap bersyukur kepada
Allah, semoga kenaikan harga TBS masih bisa mengimbangi penuruan produksi TBS
kita.
2 komentar
semoga harga sawit tetep mahal...
up date terus informasi harga sawitnya gan,,,
Posting Komentar